Cari Posting Lainnya

Kamis, 18 April 2013

Going to My Wonderland, Food and Hotel Indonesia 2013.

Yeaaa! Food and Hotel Indonesia datang lagiii! Tanggal 13 April lalu, saya kembali menjelajah JI Expo. Saya suka banget sama exhibition ini karena berbeda dengan Interfood, peserta pameran yang satu ini lebih beragam. Mereka juga nggak hanya fokus ke jualan, dan lebih banyak bermain dengan display produk mereka.

Stand liquor, kalau mau beli bisa minta tester dulu lho.

Kalau boleh dibilang, Interfood lebih fokus ke pelaku bisnis sementara FHI masih cocok didatangi oleh orang awam. Memang sih untuk FHI, kelihatan dominan sekali di minuman, liquor, mesin kopi dan produk kopinya sendiri. Tapi banyak juga stand lain yang menarik dan unik, misalnya yang jualan kursi khusus untuk kafe, ada juga stand yang jual linen khusus untuk hotel, mesin cuci khusus hotel, dan dishwasher super jumbo untuk hotel.

Stand Swallow Globe yang super ramai.

Stand ABC Heinz yang megah, ada macam-macam jus di sini.

Stand favorit saya! Produk tableware mereka di-display dengan apik.

Ada lomba juga untuk para chef, namanya Salon Culinaire.

Stand Lumbung dengan display roti yang selalu menarik.

Si Ikons ini jualan kursi, disainnya unik dan cantik.

Hehehe.. makanya menurut saya jadi menarik banget. Ada juga stand tableware impor yang produknya cantik-cantik. Banyak juga yang ada di FHI ini tapi nggak muncul di Interfood. Makanya, saran saya ikut aja dua-duanya :D

Saya suka banget dengan warna display-nya! Captivating!

St. James yang serba putih.

Pameran Food and Hotel berikutnya akan diadakan di Bali tahun depan. Tahun 2015 nanti baru akan kembali diselenggarakan lagi di Jakarta. Ayo yang belum pernah ikut, sementara ini save the year ya!
Oh iya, untuk foto lebih lengkapnya, silakan diintip di sini.

Kue Talas Ebi Pontianak

Dulu sewaktu masih kecil, saya suka sekali jajan. Saya ingat dulu di sekitar rumah, tiap hari lewat ibu penjual pecel dan ibu penjual bubur sum-sum. Waktu itu masih tahun 90-an, jajanan yang ada belum seaneh sekarang, yang katanya ditambahi bahan ini itu supaya anti busuk.

Banyak sekali jajanan yang sering saya makan waktu kecil, yang tidak dijual di pasaran. Kalaupun ada, rasanya sudah berubah jauh dari yang dulu saya makan. Satu-satunya cara untuk menikmati beberapa item yang sulit dicari itu, kalau nggak beli ya turun tangan sendiri ke dapur.

Maaf ya fotonya cuma ada dua. Nggak sempat foto lagi karena langsung ludes :D

Tapi untuk bikin sendiri, kadang saya nggak punya resepnya. Kalaupun mau tanya ke nyokap, dia juga hanya bisa kira-kira. Hehehe.. kalau judulnya udah kira-kira sih, saya lebih baik nggak minta resepnya. Feeling saya jelek sihh.

Hal inilah yang sepertinya jadi latar belakang dimulainya event Jajan Tradisional Indonesia Week di NCC. Sejak hari pertama aja, makanan yang tadinya saya nggak pernah tahu nama atau bentuknya, mulai berseliweran di milis.


Event-nya rame banget, kayaknya rugi kalau nggak ikutan. Kebetulan saya juga lagi pengen banget makan jajanan Pontianak. Jadilah saya memilih resep yang (sepertinya) belum dijual di manapun di Jakarta dan mendatangi nyokap untuk workshop privat bikin kue Talas Ebi. Kue ini dibuat dari parutan talas Pontianak yang dicampur sedikit air garam, dikukus lalu dimakan dengan topping ebi goreng garing.

Dulu waktu sempat tinggal di Pontianak sih, hampir tiap hari makan ini. Dan biasanya nggak cukup sepotong lho. Apalagi kalau diguyur sambal terasi encer, wuihh.. ini aja nggak pakai sambal terasi, kuenya nggak sempat difoto. Langsung lenyap seloyang diserbu orang rumah :D

Kue Talas Ebi Pontianak

Nama Hakka-nya Bu Pan. Literally means Kue Talas.
Bahan kue :
2 buah talas Pontianak ukuran besar (kurang lebih 1.6 kg, ditimbang bersama kulit dan batangnya)
*Catatan penting : harus pakai talas Pontianak untuk hasil maksimal. Menurut nyokap, kalau diganti talas lain (talas Bogor misalnya), nanti jadi nggak legit.
1-1.5 gelas air matang
1 sdt garam

Bahan topping :
2 siung bawang putih
150 gr ebi, rendam dalam air panas sampai mengembang
1-2 sdm lobak manis kering (bisa diskip kalau tidak suka)
minyak untuk menggoreng secukupnya

Cara membuat :
Topping :
- Cincang bawang putih dan lobak manis kering, sisihkan.
- Cincang ebi yang sudah ditiriskan dari air panas, sisihkan.
- Panaskan minyak agak banyak, goreng ebi sampai minyak berbuih dan ebi berwarna kecoklatan. Angkat dan sisihkan.
- Goreng bawang putih sampai keemasan, masukkan lobak manis cincang, aduk sebentar. Masukkan ebi goreng dan aduk-aduk. Matikan api, angkat dan sisihkan.

Untuk kuenya :
1. Bersihkan talas dari tanah yang menempel dengan menggunakan pisau (saya kemarin dikerik sampai agak bersih).
2. Setelah tanahnya disingkirkan, kupas kulit talas. Bila perlu, setelah dikupas kulitnya, bersihkan lagi dengan menggunakan tisu atau lap bersih. Jangan dicuci, karena akan mengakibatkan licin pada saat diparut.
3. Parut talas sesuai selera, jika suka tekstur kasar, gunakan parutan berlubang besar. Kalau suka tekstur lembut, gunakan parutan berlubang kecil.
4. Campur garam dengan air matang.
5. Campur air garam ke parutan talas, aduk sampai rata. Boleh dicicipi sedikit. Jika kurang asin, bisa ditambahkan air garam sedikit lagi. Bentuk adonannya akan menyerupai pasta, tidak encer dan tidak terlalu kental.
6. Panaskan kukusan, tuang adonan ke loyang atau nampan yang agak cekung.
7. Kukus dengan api sedang selama 25-35 menit. Jika sudah matang, adonan tengahnya akan terasa legit dan warnanya akan berubah menjadi ungu.
8. Angkat dan tunggu sampai agak dingin supaya tekstur kuenya agak padat.

Cara penyajian :
- Potong-potong kue dalam loyang, angkat dan letakkan di piring.
- Taburi dengan topping, boleh juga ditambahkan sambal favorit atau silakan membuat sambal simpel dengan mencampur sambal botol+ sedikit cuka dan diencerkan dengan sedikit air.