Cari Posting Lainnya

Jumat, 22 Agustus 2014

[Food Review] Genki Sushi

Bulan Agustus ini seperti roller coaster buat saya, sedih karena kehilangan sahabat terbaik. Dan senang karena kembali bertegur sapa dengan kawan-kawan lama, yang akhirnya dilanjutkan dengan reuni kecil-kecilan. Di awal bulan, saat kami merencanakan untuk kumpul, saya mengusulkan untuk ketemuan di Genki Sushi, Plaza Senayan.
Abalone Sushi, enaak. Tapi cuma sekali hap!
Saya tahu Genki Sushi dari adik yang juga diberi tahu oleh temannya. Waktu pertama kali datang, saya takjub melihat sistem restorannya yang hampir tidak tergantung pada pelayan. Selain cepat, semuanya jadi terasa praktis. Dengan konsep self-serve, pelanggan dibebaskan untuk menyiapkan sendiri peralatan makan, menyajikan sendiri makanan yang datang, bahkan menyeduh teh sendiri.

Pelayan hanya datang bila dipanggil, atau biasanya mereka sigap menuangkan teh dingin dan menyingkirkan piring yang sudah kosong.

Yakinlah, kalau ke sana nggak mungkin cuma makan 2-3 piring.
Restorannya mungkin tidak terlalu nyaman untuk keluarga, tapi untuk berkumpul dengan teman-teman, menurut saya lumayan cocok. Suasananya memang agak bising, tapi masih oke.

Ketika datang, kita akan dipinjamkan iPad untuk memesan makanan. Setelah makanan dipilih dan pesanan dikonfirmasi, nanti makanannya akan datang dengan kereta yang terletak di pojok tempat duduk.

Pada saat bayar, iPad-nya sekalian dikembalikan ke kasir untuk melihat jumlah tagihan.
Kereta imut pengantar makanan, yang ini Astro Boy.

Begitu makanan datang, kita tinggal angkat piringnya dan menekan tombol yang berkedip supaya keretanya kembali lagi ke dapur.

Ini sushi roll yang digoreng crispy, enak dimakan dengan sausnya.

Takoyakinya enak, tapi hanya 3 butir :D

Unagi! Totally recommended!

Yang ini salmon yang diberi Ra-Yu (minyak cabe).

Ebiko Gunkan, telur udang yang krenyes-krenyes.

Chirashi Sushi, yang ini porsinya lumayan kenyang. Isinya ada nasi sushi, omelet, dan berbagai sashimi yang dipotong kecil.

Nigiri dengan topping cumi mentah. Kenyal tapi tidak liat.
Saya sudah datang ke sana 2 kali, dan menurut saya sushi mereka enak. Sashimi-nya segar dan manis. Makanan lainnya juga enak-enak. Hanya porsinya saja yang menurut saya agak kurang. Hehehe.. tapi seru untuk makan ramai-ramai. Kami jadi bisa memesan bermacam-macam makanan dan saling mencicip.

Mari makaaaan!
Ubur-ubur yang dibumbui, disajikan dingin. Segar dan bumbunya pas.
Ini kalo nggak salah atasnya Natto.

Porsinya mini-minii, tapi enak. Yang ini Natto Maki.

Yang ini toppingnya tuna plus irisan daun bawang, enak!
Ini Kani Nigiri, toppingnya kepiting.
Mungkin yang harus diperhatikan itu harga tiap menu sebelum memesan. Untuk kasus saya dan teman-teman, banyak yang tidak memperhatikan harga dan main pesan. Begitu tagihannya datang, sempat agak kaget juga.. hahaha. Tapi overall saya suka dengan tempat ini, apalagi karena mereka menyajikan wasabi betulan (bukan pasta) yang free flow.

Plaza Senayan, Lantai Basement, Food Hall,
Jl. Asia Afrika, Senayan, Jakarta.
Tempat : 7/10
Rasa makanan : 8.5/10
Harga : mulai dari IDR 16.000 untuk sushi dan IDR 8.000 untuk ocha (porsi makanannya kecil, mungkin untuk yang tukang makan harus menyiapkan kocek agak tebal :D).

Anjing, Sahabat atau Santapan?

Bulan Agustus ini benar-benar bulan yang sibuk, banyak kejadian yang menyenangkan maupun yang menyedihkan. Minggu lalu, anjing kesayangan saya mati dengan cara yang sangat tragis.. Dia diculik oleh 2 orang yang sepertinya sudah terbiasa mencuri anjing dengan cara yang sangat kejam. May he rest in peace :(

My best friend, I will always remember you.
Untuk penikmat daging anjing, saya hanya ingin berbagi sejumput pemikiran saya. Pikirkanlah darimana asal daging anjing yang Anda konsumsi. Kalau memang pemilik restoran itu memiliki peternakan anjing seperti halnya seseorang memiliki peternakan sapi atau ayam, itu masih oke.

Pao dengan luka di wajah, beberapa hari sebelum menghilang.
Tapi gimana kalau anjingnya hasil dari mencuri peliharaan orang lain? Saya sering dengar perihal anjing liar yang ditangkap lalu dijadikan santapan. Tapi kalau anjingnya ada di balik pagar orang dan jelas-jelas dipelihara oleh orang itu? Yang Anda santap itu mungkin makhluk yang sudah dianggap seperti keluarga oleh orang lain.

Jadi tolonglah, pikirkan baik-baik dari mana asal santapan Anda.