Cari Posting Lainnya

Jumat, 14 Oktober 2016

Furikake Daun Lobak

Hwaa.. udah lama banget nggak nge-blog, *bersih-bersih dulu.. sapu-sapu biar blog-nya nggak debuan*. Hehehe.. Padahal belakangan sering praktek resep-resep baru tapi banyak yang nggak sempat difoto.

Yang ini resepnya ditemukan secara tidak sengaja. Jadi ceritanya kalau ke Puncak kan sering banget sekalian beli sayur, secara sayur di sana semuanya segar dan menggoda sekali. Salah satu yang sering dibeli itu lobak. Kalau di Puncak, lobaknya itu nggak terlalu besar dan dijual per ikat isi 3-5 batang bersama dengan daun-daunnya.

Biasanya sih daunnya saya buang. Tapi suatu hari entah kenapa kok rasanya sayang. Mulailah mikirin cara untuk mengolah daun lobak. Waktu itu pernah ditumis, enak juga tapi terasa pahitnya. Lagipula daun lobak ini teksturnya agak alot. Mirip batang caisim yang sudah tua, jadi perlu effort ekstra untuk mengunyah.

Macam-macam resep sudah saya coba; dimasukkan ke sup miso, ditumis, sampai direbus jadi sup. Tapi yang paling enak, unik dan favorit ya resep Furikake yang ini.

Penampakannya kurang menggoda tapi rasanya sih dijamin.

Furikake itu lauk yang ditaburkan ke nasi, kalau di Jepang biasanya banyak jenisnya, ada yang dari salmon, nori, dan lain-lain. Teksturnya biasanya agak kering jadi tahan lama. Furikake juga bisa dibuat lauk Ochazuke (nasi yang disiram teh), ini menu yang enak banget lho untuk hari hujan atau kalau lagi malas makan. Soalnya tinggal seruput-seruput.. hehehe.


Kalau baru mau jajal, saran saya dicoba dulu separuh resep. Nanti kalau sudah positif naksir dengan rasanya, bisa dibuat agak banyak lalu disimpan di kulkas. Rasanya secara keseluruhan gurih dengan sedikit rasa pahit dari daun lobak. Tapi pahitnya sudah berkurang banyak dan hampir tidak terasa karena sudah diberi bumbu.

Furikake Daun Lobak
Aslinya dari sini 



Bahan :
Daun lobak dari 1 batang lobak
1.5 sdm minyak wijen
2 sdm sake masak atau arak putih (kalau nggak suka, bisa di-skip. Tapi kalau pakai, ada kontribusi rasa yang lebih enak)
1.5 sdm mirin (ini juga bisa di-skip, ganti dengan sedikit gula pasir)
1.5 sdm kecap asin (pakai yang bagus supaya sedap hasil akhirnya)
2 cubit katsuoboshi
2 sdm wijen putih yang sudah disangrai
bisa ditambah teri atau ebi yang digoreng garing.

Caranya :
1. Cuci bersih daun lobak dan iris tipis.
2. Panaskan penggorengan, tuangi minyak wijen.
3. Tumis daun lobak dengan api besar sampai lembut. Masukkan sake, mirin dan kecap asin secara bergantian sambil diaduk sampai tercampur rata dan semuanya terserap ke daun lobak.
4. Tambahkan wijen dan katsuoboshi, tumis sebentar.
5. Kalau pakai teri atau ebi, bisa dimasukkan bersama dengan wijen.
6. Sajikan di atas nasi putih hangat, atau dinginkan dan simpan di kulkas dalam wadah tertutup. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar