Cari Posting Lainnya

Memuat...

Jumat, 24 April 2015

Nasi Gulung Tuna (Kimbap)

Waktu saya sadar kalau saya belum pernah posting soal resep Kimbap, rasanya kaget juga. Hehehe.. soalnya saya sering sekali membuat nasi gulung ini. Sering juga saya modifikasi isinya, mulai dari tuna, daging ham kalengan, sosis, abon, suwiran ayam. Pokoknya resep ini cocok banget deh kalau lagi malas masak.

Hasil gulungannya masih berantakan.

Yang penting untuk diperhatikan, jangan membuat Kimbap menggunakan beras yang pera. Pakai beras yang pulen supaya pas digulung nggak buyar dan rasanya nggak seret. Kalau untuk teknik menggulungnya, bisa lihat video tutorial di youtube. Intinya menurut saya, perbanyak jam terbang aja supaya hasil gulungannya bisa bagus dan rapi.

Siap-siap sebelum mulai kerja.

Resep yang saya pakai ini resepnya Maangchi, kalau sudah praktek resep ini, nanti gampang kalau mau memodifikasi isiannya. Kalau bisa, jangan hilangkan takuan atau acar lobaknya, soalnya entah kenapa si acar lobak ini enak banget kalau digulung ke dalam nasi, tumisan tuna plus nori. Selamat mencoba.

KIMBAP
Resep asli bisa dilihat di sini.


Bahan (untuk 2-3 orang) :
5-6 cup nasi (dari 3 cup beras)
2-3 lembar rumput laut untuk sushi (nori)
Acar lobak kuning (takuan)
1 alpukat (saya skip)
1 kaleng tuna (atau bisa juga pakai tuna segar yang dikukus/digoreng lalu disuwir-suwir)
1 sdm kecap asin
1/2 sdm gula
1 siung bawang putih, cincang.
1 sdt lada hitam bubuk
1 batang daun bawang, iris-iris.
2 sdt minyak wijen
1 sdm biji wijen

Bahan untuk membumbui nasi, campur jadi satu :
1/2 sdt gula
1 sdt garam
1 sdm cuka

Metodenya :
1. Aduk rata nasi dengan campuran cuka, sisihkan.

Nasinya langsung dibumbui di rice cooker.

2. Panaskan penggorengan, beri sedikit minyak wijen (atau kalau pakai tuna kalengan yang ada minyaknya, pakai saja minyak yang dari kalengnya). Masukkan tuna kalengan dan tumis sambil diaduk selama 2 menit.
3. Tambahkan kecap asin, gula, bawang putih cincang dan lada. Aduk rata dan masak kembali selama kurang lebih 3 menit.
4. Matikan api, tambahkan irisan daun bawang, minyak wijen dan biji wijen.

5. Iris-iris acar lobak & alpukat supaya mudah digulung nantinya.

Ini Takuan homemade, nanti saya bagi ya resepnya. Gampang banget.

6. Letakkan selembar nori di atas tikar bambu untuk sushi, beri beberapa sendok nasi di tengahnya.
Usahakan lapisan nasi tidak terlalu tebal, dan biarkan 1/3 bagian dari nori sebelah atas tetap kosong supaya mudah digulung nantinya.
7. Tambahkan 2-3 sendok tumisan tuna ke atas nasi, susun irisan acar lobak & alpukat di atasnya.

Jangan terlalu penuh ya isinya, nanti susah digulung.

8. Gulung perlahan dengan menggunakan tikar bambu.
9. Setelah digulung, potong-potong setebal 2 cm dan sajikan (supaya pisaunya tidak lengket, lap pisau dengan kain basah sebelum memotong).

Jumat, 10 April 2015

Old School Cheese Cake

Selama ini untuk cheese cake, saya selalu setia sama versi unbaked. Masalahnya selain karena itu favorit suami, saya sudah beberapa kali mencoba resep Japanese Cheese Cake dan belum ada yang berhasil dengan sempurna. Mungkin saya belum cukup memahami karakteristik oven saya, mungkin juga saya belum berjodoh dengan spesies cheese cake yang ringan seperti kapas itu *ceile*.

Nyamm! Ada kismis dan wangi kayumanis, enaak!

Seharusnya cream cheese yang sisa kemarin ini, diminta untuk dibuatkan unbaked cheese cake oleh pak suami. Tapi karena saya iseng dan pingin cepat menghabiskan cream cheese-nya, saya akhirnya mencoba resep ini.


Resep ini sudah lama sekali jadi penghuni buku resep saya, saya dapat dari blog-nya Mbak Camelia yang dulu sering banget saya intip. Hehehe.. Coba deh main ke sana, resepnya enak-enak dan ceritanya seru.


Seperti biasa, resepnya tidak mengecewakan. Meski awalnya saya sempat ragu melihat metodenya. Tapi hasilnya enak, betul-betul seperti cheese cake ala Amerika yang rasa kejunya dominan. Rasanya seperti dapat tendangan bebas di setiap kunyahan karena kue ini kaya rasa; ada asin gurih dan sedikit asam dari keju, lalu manis dan wangi kismis, dan ada harum rempah kayumanis. Semuanya terkomposisi dengan baik dan membuat saya ingin memakannya lagi dan lagi.


Oh iya, karena cheese cake ini tidak ada crust-nya, mungkin akan terasa sedikit berat. Tapi dimakan dengan secangkir kopi, pasti cocok untuk ngemil di waktu santai. Silakan dicoba.

Old School Cheese Cake
(aslinya Old Fashioned Baked Cheesecake by Annie Bell)
resepnya saya intip dari sini, terima kasih Mbak Camelia :)


Bahan untuk alas :
25 gr mentega, suhu ruang
25 gr tepung roti *memang jumlahnya hanya sedikit, tapi sangat cukup kok.
1 sdt gula kastor/gula pasir halus

Bahan isi :
700 gr cream cheese full fat
225 gr gula kastor/gula pasir halus *Untuk yang nggak suka manis, bisa dikurangi 25-30 gr
2 butir telur ukuran sedang
350 ml whip cream
40 gr tepung terigu, ayak.
1.5 sdt vanilla extract *saya pakai pasta vanili
75 gr biji pala, parut. *saya ganti dengan kayu manis bubuk.

Metodenya :
1. Panaskan oven hingga 200 C. *Saya di suhu 175 C
2. Olesi loyang bongpas dengan semua mentega yang ada di resep (25 gr).
3. Campur tepung roti dengan gula, tuang ke loyang yang sudah diolesi mentega, tekan dan ratakan  dari dasar sampai ke sisi loyang.
4. Untuk isi, campur cream cheese dan gula menggunakan food processor.*Saya pakai mixer
5. Tambahkan telur dan whip cream, aduk rata. Masukkan tepung dan vanila extract, aduk sampai rata.
6. Masukkan kismis, aduk rata. Tuang ke loyang, lalu bubuhi permukaannya dengan bubuk kayu manis/pala.
7. Panggang selama 45 menit sampai bagian pinggirnya mengembang dan hampir set (bagian tengahnya masih goyang jika loyang digerakkan). *Perhatikan oven masing-masing, jangan sampai kepanasan.
8. Matikan oven, buka tutup oven sedikit dan biarkan cheese cake di dalam oven selama 1 jam.
9. Keluarkan cheesecake dari oven dan biarkan sampai dingin, lalu tutup asal dengan aluminium foil dan masukkan ke dalam lemari es. Pada saat akan disantap, keluarkan dari lemari es 30 menit sebelum disajikan.

Kamis, 09 April 2015

Gaji Namul, Seratus Persen Terong

Serius, ini bukan untuk yang nggak suka terong. Kalau di terong balado atau sambal terong, aroma bawang dan cabe bisa menenggelamkan rasa asli terong. Nah kalau di resep ini menurut saya tekstur dan rasa terong diekspos, dan bumbunya itu dipakai untuk membuat rasanya jadi makin sedap. Kalau lagi malas masak dan nggak benci terong, saya sangat merekomendasikan resep ini.


Terong yang dikukus jadi terasa seperti jamur. Bumbunya juga khas Korea banget, aromanya dominan bawang putih dan kecap asin. Kalau buat saya sih cocok banget dimakan bareng nasi.

Makin halus suwirannya, makin terserap bumbunya.

Dulu saya pernah jajal resep ini dan saya tidak suka. Ternyata masalahnya ada di pemilihan jenis terong yang dipakai dan kecap asin. Pastikan untuk beli terong impor yang pendek dan nggak terlalu banyak biji. Jadi baunya nggak terlalu menyengat. Kecap asin juga punya peran utama di resep ini, kalau bisa pakai kecap asin kualitas bagus supaya harum. Bubuk cabenya juga lebih enak kalau pakai gochugaru yang biasanya dipakai untuk membuat kimchi.

Ini Gaji Namul yang saya buat beberapa tahun lalu menggunakan terong lokal.

Seperti halnya resep sederhana lainnya, kualitas bahan sangat menentukan hasil akhir. Jadi sebisa mungkin, pakai bahan-bahan yang bagus yaa supaya hasilnya enak. Selamat mencoba.

GAJI NAMUL (EGGPLANT SIDE DISH)
Resepnya bisa diintip di situs maangchi




Bahan (untuk 4 orang) :
3-4 terong (saya pakai terong impor yang agak bulat pendek), buang tangkainya dan cuci bersih.
3 siung bawang putih, cincang.
2 batang daun bawang, iris.
1 sdm kecap asin
1 sdt kecap ikan
1 sdt bubuk cabe (lebih enak pakai gochugaru--bubuk cabe korea)
2 sdt minyak wijen
1 sdm wijen

Metodenya :
1. Belah terong memanjang menjadi dua, lalu potong-potong sepanjang 5 cm.
2. Kukus terong sampai lunak selama kurang lebih 5 menit dengan api sedang.
3. Keluarkan terong dan diamkan sebentar supaya tidak terlalu panas.
4. Suwir-suwir terong mengikuti arah seratnya. *Bijinya boleh dibuang sebagian supaya teksturnya lebih enak.
5. Aduk rata bawang putih cincang, kecap asin, kecap ikan, bubuk cabe, daun bawang dan minyak wijen di mangkok.
6. Masukkan suwiran terong dan aduk rata. Taburi dengan wijen. Siap disajikan dengan nasi hangat.

Selasa, 17 Maret 2015

Cheese Cake Ubi Ungu

Sudah lama banget nggak blogging! Saya akui beberapa bulan belakangan memang agak sibuk (ciee), ditambah lagi modem & kompi berturut-turut rusak.. hiks. Jadi sempat riweuh dengan dunia online.


Awal mula saya dapat resep ini sebenarnya karena saya sempat ketemu dengan teman sesama penggemar kuliner. Waktu itu kopdar perdana dan dia bawa japanese cheese cake buatan sendiri untuk dimakan ramai-ramai. Rasanya enaaaak banget! Soalnya memang dia sering sekali icip dan praktek bikin cheese cake, jadi sudah sangat paham seluk-beluknya. Cheese cake buatan dia yang saya makan waktu itu sama sekali tidak berpori dan sangat lembut.

Untuk hiasan atasnya, saya pisahkan sedikit adonan lalu diberi 2-3 tetes pewarna ungu.

Sesudah dingin, tengahnya retak karena ternyata masih agak basah :p
Nah setelah ngobrol panjang, saya diberi resep yang menurut dia enak dan unik. Saya memang agak payah kalau berurusan dengan cheese cake, kecuali yang tidak dipanggang. Jadi waktu saya praktekkan resep ini sesuai dengan tips yang diberikan, tetap aja hasilnya belum bisa secantik punya teman saya.. Hehehe.. Tapi kalo soal rasa sih, enaaak.

Rasanya ringan sekali, mirip cotton cake yang diberi sentuhan cream cheese.

POTATO CHEESE CAKE
Sumber : SEDAP 05/IX/08

 

Bahan : 
100 gr kentang kukus, haluskan (saya ganti dengan ubi ungu)
100 gr cream cheese
90 gr susu evaporated
60 gr mentega tawar (saya pakai mentega biasa dan skip garam)
120 gr kuning telur (6-7 telur)
50 gr tepung terigu protein rendah
20 gr tepung maizena
150 gr putih telur (5-6 telur)
¼ sdt gram (saya nggak pakai)
½ sdt cream of tartar
100 gr gula pasir halus

1 sdt vanilla extract atau air lemon (tambahan, boleh di-skip)

Method :
1. Tim cream cheese + susu evaporated sambil diaduk hingga keju larut.
2. Masukkan kentang dan mentega, aduk sampai mentega larut. Angkat.
3. Tambahkan kuning telur satu per satu, aduk rata.
4. Masukkan terigu & maizena sambil diayak, aduk rata. Sisihkan.
5. Kocok putih telur, garam & cream of tartar hingga berbusa. Tambahkan gula pasir sedikit demi sedikit, kocok hingga soft peak. (Tips dari teman saya, kocok dengan mixer kecepatan tinggi sampai mengembang, lalu turunkan ke kecepatan paling rendah. Kocok sampai soft peak supaya nggak ada porinya)
6. Tuang kocokan putih telur ke dalam adonan cream cheese sedikit demi sedikit sambil aduk balik hingga rata.
7. Tuang kedalam Loyang uk 26 x 26 x 4 cm yang dialas kertas roti TANPA oles mentega. (Saya pakai loyang bulat diameter 20 cm)
8. Oven au bain marie selama 40 menit dengan suhu 160 celcius. (Perhatikan waktu panggangnya dan tes tusuk ya, karena setiap oven beda-beda. Punya saya tengahnya ternyata masih agak basah.. huhuhu.
)

Senin, 01 September 2014

Puffy Pao De Queijo

Jujur, waktu pertama kali lihat orang-orang ramai membahas si Pao ini di milis NCC, saya nggak tertarik. Bahkan resepnya pun nggak saya catat.

Baru setelah saya nonton video dari Cooking With Dog, saya baru tahu kalau ini resep yang simpel dan ajaib. Karena dengan cara pembuatan yang sangat simpel, bisa menghasilkan kue yang kelihatan rumit.



Jadi pada dasarnya Pao De Queijo ini bahasa keren dari Cireng Keju.. hehehe. Rasanya persis banget sama Cireng, kulit luarnya garing dan dalamnya kenyal. Cuma beda tekstur sedikit aja, dan yang ini ada sentuhan kejunya :D
Fotonya pas udah gelap nih, jadi kurang maksimal cahayanya.

Kalau dengar cerita teman saya, si Pao ini disajikan di resto Brazil sebagai roti pendamping makanan utama. Jadi mirip lah dengan di resto Italia yang selalu menyajikan potongan roti sebagai makanan pendamping dan selalu di-reload kalau sudah habis.

Asal ovennya cukup panas, pasti hasilnya bulat cantik.
Kalau fungsinya sebagai cemilan seperti saya kemarin, mungkin akan lebih enak kalau di adonannya ditambahkan daun seledri, atau mungkin thyme, rosemary, atau daun bawang (?). Oh iya, jangan lupa makannya harus hangat-hangat ya. Sebegitu matang, sebaiknya segera dimakan dan dihabiskan. Karena saya sempat bikin terlalu banyak kemarin ini, begitu dingin, teksturnya berubah. Dan nggak akan seenak yang baru matang, meski dipanggang kembali. Jadi pastikan untuk membuat secukupnya.

PAO DE QUEIJO
sumber: member milis NCC - Mba Ade


Bahan:
220 gr tepung sagu
186 gr susu cair
70 gr mentega
95 gr keju parmesan, parut
2 butir telur
3 gr garam (saya skip)

Cara Membuat:
1. Didihkan susu, mentega dan garam.
2. Masukkan tepung sagu, aduk sampai tidak lengket lagi. 

3. Pindahkan adonan ke dalam mangkok kocok. Tunggu dingin sebentar. (Kalau saya, waktu memasak adonan 1 memakai wadah stainless jadi bisa langsung digunakan sebagai wadah kocok)
4. Kocok dengan mixer. Masukkan telur dan keju parmesan sedikit-sedikit sampai adonan tercampur rata. (Konsistensi adonan lebih kental dari adonan kue sus, dan lengket).
5. Bentuk diatas loyang dengan plastik segitiga atau bulatkan dengan tangan yang sudah dilumuri sedikit mentega. (Tenang aja, meski bentuknya nggak bulat sempurna, begitu mateng nanti pasti jadi bulat)
6. Panggang dengan suhu 180 derajat celcius hingga matang mengembang dan kecoklatan.